Pengikut

Senin, 22 Mei 2017

NMAX Riders balikpapan touring dan silaturahmi sesama max owner sebelum bulan suci ramadhan

Asaalamu alaikum
Salam sejahtera buat kita semua

Kali ini saya mau berbagi cerita kebahagian di sertai foto-fotonya
Ceritanya datang dari teman saya di balikpapan kalimantan timur


Awal cerita Nmax riders balikpapan mengadakan touring dan silahturahmi sebelum bulan suci ramadhan kali ini touring ke kab.sanggata yang waktu tempuh sekitar 8 jam perjalanan yang dimana kami melewati Kota samarinda dan kota.bontang sebelum sampai kab.sanggata
Awal kami start dari balikpapan titik kumpul di Bumi Nirwana sekitar 10-11 kami start menuju kota samarinda dengan jarak tempuh sekitar 2.40 menit sampai di kota samarinda kami kami langsung di jemput sama komunitas motor YNCI Samarinda Chapter dan di bawa ke sekret para teman-teman YNCI Samarinda Chapter setelah ngobrol diskusi kami berangkat menuju sekret VENOM Max Owners atau singkatnya VMOS setelah beberapa jam di samarinda dan kami bertukar plakat sebagai tanda penghargaan kami ,kami pun lanjut menuju Kota Bontang yang di mana Perjalanan sekitar 3.30 menit yang memang perjalanan ke bontang sangat estream karna medan jalananya yg banyak berlubang , keloknya tidak kayak di sirkuit tajam tajam , naik gunung turun gunung sampe sampe ada gunung yang ngeri sekali ,gunungnya di namakan gunung menangis , jangan pikiranya kemana yah bro n sist maksudnya gunung menagis karna setiap kendaraan yang melewati gunung ini katanya sampe nangis-nangis gasnya , hehehe , tolong om-om NR Balikpapan di diamkan gunungnya biar tidak nangis lagi hehhe lanjutt
tapi bukan masalah karna sebelum kami berangkat semua anggota sudah cek dan servis kendaraannya standart setiap kami touring agar tidak terjadi apa-apa di jalanan nantinya












Sesampai di kota bontang kami di sambut oleh teman Bontang Max Community di Bontang kami memutuskan istirahat semalam di karnakan sudah malam dan capek naik gunungnya ,hehehe maksudnya perjalananya yang banyak gunung di lewati
Di bontang kami di jamu dan di bawa keliling keliling kota bontang termasuk tempat wisata di bontang kuala tempat para bikers bikers bontang ngumpul lanjut kami beserta yang lain memberikan plakat kepada teman di bontang sebelum kami kembali ke rumah teman Om RIJAL untuk istirahat

Setelah pagi hari kami siap menuju kab.sanggata selama perjalanan sanggata bontang jalannya sangat jelek banyak lubang lubangnya tapi bukan masalah buat kami para bikers kalau cuma lubang hehehe , setelah sampai di kota sanggata kami sudah di portal oleh teman SMAX sangatta serunya itu saat kita keliling kota sanggata dan semua mata tertuju pada kami hehehe kamipun sambil senyum senyum sendiri hehehe ,lanjut kami berkunjung ke sekret SMAX sangatta kami istirahat sambil cerita cerita keseruan selama perjalanan lanjut kami serah terimah plakat setelah beberapa jam di sekret SMAX sanggata kami siap untuk kembali ke Balikpapan









Selama perjalan pulang sempat ada anggota motornya kendala setelah di perbaiki selama 1 jam kami lanjut jalan sampai balikpapan kami balik masing masing ke tempat awalnya semula

Ujar ketua NR Balikpapan
Touring kali ini sangat berkesan dimana kami silaturahmi sesama max owner di samarinda bontang sanggata apalagi sebelum bulan suci ramadhan dan kami bahas salah satunya persiapan tentang mengadakan Kopdargab Se Kalimantan Timur KALTIM , terimah kasih buat teman teman max owner yang ada di samarinda , bontang , sangatta atas jamuan selama kami bertandang ke tempat teman teman , buat para max owner se indonesia kami juga tunggu di kaltim


Ketua Nmax Riders Balikpapan
Om andi misnan



Waah jadi pengen ikut touringnya ,
Jangan lupa di koment dan di shared ke medsos anda

Silahkan kalau ada kisah cerita anda saya siap buatkan kenangannya bisa email ke atauviq@gmail.com

Sekian dan terimah kasih di tunggu cerita cerita selanjutnya


Sabtu, 13 Mei 2017

GCI Kendari CITY TOURING ( komunitas suzuki GSX kendari ) sambil mempererat persaudaraan antara anggota

Assalamu alaikum 
Salam sejahtera buat kita semua 

Kali ini saya mau membagi cerita yang tidak kalah seru dari cerita-cerita sebelumnya


Yaitu cerita tentang komunitas / club pendatang baru di indonesia khususnya kendari yang bernama GSX Club Indonesia (GCI) chapter kendari .
Pada hari kamis 11 Mei 2017 mengadakan City touring di pantai mandongan yg berjarak tempuh lamanya dari kota kendari sekitar 1 jam perjalan , yang di ikuti sekitar 7 motor













City touring kali ini bermaksud agar membererat kekeluargaan setiap anggota GCI Kendari di mana GCI Kendari baru Terbentuk sekitar 3 bulanan



Kali ini kami City touring agar setiap anggota dapat saling memahami dan kekeluargaan kita makin erat , mengingat GCI Kendari komunitas Baru di kendari , target kedepannya kami komunitas GCI Kendari ingin menjadi pelopor pengendara yang baik untuk masyarakat terkhusus daerah kendari , dan kami akan selalu adakan touring ,kopdaran setiap malam minggu agar kekeluargaan kita tetap terjaga dan makin solib , rencana kami selanjutnya akan adakan mubes ( musyawarah bersama dan touring ke kota Bau-Bau )
Sekalian buat owner GSX-R maupun GSX-S daerah kendari dan sekitarnya mari bergabung bersama keluarga besar GSX CLUB INDONESIA Chapter Kendari silahkan Hub/WA : 081236403538
Terang

HARYS Ketua GCI Chapter Kendari 



Sukses buat teman-teman GCI kendari semoga makin solid jaya dan merdeka hahaha

Jangan lupa di koment dan share di facebook dan akun medsos lainnya 
Kalau ada cerita lainya boleh email ke di atauviq@gmail.com


Jumat, 24 Februari 2017

Hati-hati penipuan di facebook dengan modus teman spesial

Assalamu alaikum
Salam sejahterah buat kita semua

Halo sobat kali ini saya mendapatkan inbox di email saya dari teman yang ingin berbagi cerita tentang modus penipuan terbaru di facebook

Mari kita lihat ceritanya


Malam Om adyansa saya mau cerita tentang modus penipuan yang baru saya sendiri dapatkan di inbox facebook saya , awalnya saya menerima pesan pertemanan dari seseorang bule dan langsung saya accept dengan segera memang si bulenya cantik awalnya si bule mengirimkan pesan ke saya tentang si bule mengagumi saya katanya pertama melihat saya langsung hatinya tidak mau ke lain hati pokoknya membuat hati berbungan bungan berikut saya lampirkan chat saya


Halo Dear, Bagaimana kabarmu hari ini, harapan hidup memperlakukan Anda seperti? Pertama-tama, izinkan saya memperkenalkan diri kepada Anda sebelum kami melanjutkan. Mengetahui satu sama lain adalah proses bertahap dan di sini adalah beberapa hal yang saya pikir Anda harus tahu tentang aku. saya juga akan ingin tahu tentang Anda, pekerjaan Anda, usia dan experience.i am 32 tahun dan seorang warga Negara Serikat, saat ini saya tinggal di SYRIA mana saya ditugaskan untuk tugas saya dan akan menyelesaikan tugas saya dengan akhir bulan depan dan kembali pulang ke country.i saya adalah satu-satunya anak dari orang tua saya, saya kehilangan suami saya 2 tahun yang lalu tapi yang tersisa bagi saya dua putri yang cantik, ini adalah kesenangan saya untuk membiarkan Anda tahu bahwa saya cinta yang indah senyum di wajah Anda, saya ingin tahu Anda lebih dalam, jadi silakan beritahu lagi yang Anda menikah atau tunggal? Maaf jika saya bertanya terlalu banyak pertanyaan hanya ingin mengenal Anda lebih baik dan seperti yang saya katakan di atas saya seorang Nasional Amerika dan top perwira militer senior dan saya akan memberitahu lebih lanjut tentang diri saya juga ketika saya mendapatkan balasan Anda dan jangan mengirim saya email Anda Alamat swasta dan tolong katakan padaku tentang country.i Anda ingin mengatakan bahwa hati saya penuh dengan sukacita dan kebahagiaan untuk mengetahui Anda dan saya ingin kami menjaga kedekatan ini dan berharap ini akan membawa kita ke masa depan yang lebih baik seperti yang saya wish.Take perawatan yang baik dan memiliki hari yang indah.


Apa kabarnya hari ini? saya berharap Anda berenang di laut kesehatan yang baik? saya benar-benar senang untuk memiliki Anda di sini sebagai teman terbaik saya dan saya berdoa bahwa ini akan membawa kita untuk destiny.i menunggu lama kami pergi ke SYRIA sejak 2013.but saya akan menyelesaikan tugas saya month.Honestly berikutnya, saya mencari yang serius dan relationship.i tahan lama menginginkan seorang pria yang humble.honest, peduli, mencintai dan turun ke earth.what tipe wanita yang Anda inginkan? saya tidak bisa mendapatkan gambar Anda dari pikiran saya sejak pertama kali saya melihat profil .i Anda tidak benar-benar tahu apa yang telah terjadi padaku. bagaimana bisa Anda menyentuh hati saya begitu mudah seperti ini? perasaan tentang Anda begitu istimewa. apa yang telah Anda lakukan untuk saya? Apakah Anda Kristen atau Muslim? Saya ingin Anda tahu bahwa usia hanyalah angka numerik dan tidak ada hubungannya dengan perasaan dan love.love ada di dalam hati dan itu goeswith feelings.i akan ingin tahu hal-hal yang Anda sukai dan hal-hal yang Anda tidak suka karena saya percaya bahwa setiap tubuh memiliki menunggu principles.i sendiri untuk mendengar Anda cepat membalas




 Awalnya hatiku berbunga bunga , karna chat saya selalu di balas saya meminta foto keluarga dan saat memakai seragam di kirimkan , tetapi pikiranku masih tidak percaya kemudian saya bertanya ke teman teman katanya itu penipuan , ternyata betul sekali semakin lama si bule nya makin banyak permintaannya minta di kirimkan uang katanya buat anaknya lagi sakit si bulenya tidak bisa tranfers di karnakan di suriah lagi di tengah peperangan ,akhirnya kecurigaanku terbukti akhirnya
Saya ingin berbagi kepada masyarakat agar hati hati dengan cowok cewek cantik cakep di facebook
Terimah kasih


Baik sobat banyak pelajaran yang bisa kita petik dari cerita di atas
 antara lain :

  • Hati hati menerima pertemanan di sosmed
  • Hati hati dengan cowok/cewek cantik (buat para om2 biasanya paling lincah kalau cewek cantik hehhe)
  • Selalu bertanya pada teman saudara karna modus penipuan sekarang seribusatu cara
  • Jangan mudah percaya pada orang yang baru kenal
  • Jangan mudah termakan dengan rayuan dan kemewahan yang dia kirimkan
Semoga bermanfaat 
Jangan lupa di komen dan share yah 
Email : atauviq@gmail.com




Kamis, 16 Februari 2017

Nikmatnya touring di sulawesi (bagian 4) by sukarno salim

Kendari - Kolaka – Bone - Bulukumba



Bulan April 2016, saya riding Makassar  Manado berdua istri, dan Manado  Kendari  Makassar sendirian. Berikut serial catatan perjalanan ketika melintas dari Kendari menuju Bulukumba untuk melihat desa pusat pembuatan kapal Phinisi.

Mudah mudahan bermanfaat buat yang pingin melakukan motor cycle travelling disana.

Polsek Kolaka dan Bajoe  Si Raja Kuasa

Dua hari di Kendari, saatnya meluncur kembali ke Makassar. Saya memilih jalur Kendari ke Kolaka, dilanjutkan menyeberang teluk Bone menuju pelabuhan  Bajoe di Bone. Turun dari ferry akan melewati jalur bagian selatan Sulawesi Selatan. Bone, Sinjai, Bulukumba. Disini mampir sebentar untuk melihat pembuatan kapal Pinisi di salah satu desa antara Bulukumba arah Bira.

Ada pengalaman kurang mengesankan dari petugas di daerah ini. Pertama, di dekat Bandara Kendari ada razia gabungan. Resmi atau tidak, saya tidak tahu. Tetapi ada polisi dan petugas dinas perhubungan. Nah, petugas Dinas Perhubungan memberhentikan dan menanyakan STNK dan SIM. Tentu saja saya tolak. Malah saya omelin sejak kapan dinas perhubungan ngurusin motor? Akhirnya dia minggir dan gantian polisi yang menanyakan surat surat. Tentu saja juga saya omelin sampaen ini gimana, ini tugas sampean, bukan tugas dishub.. hehe...mumpung dokumen lengkap dan ada alasan ngomelin polisi...piss..

Kedua, dan ini lebih parah, di pelabuhan Kolaka dan Bajoe, motor naik ferry harus minta surat jalan dari Polsek setempat. Tanpa itu nggak boleh naik ferry. Kalaupun memaksa naik, kata anak club motor setempat, di Bajoe akan dicegat polisi setempat dan tidak boleh melanjutkan perjalanan.

Dari sisi organisasi jelas ini tidak normal. Mosok SIM dan STNK keluaran Polri kalah sama surat jalan polsek. Lha polsek kan hirarki paling rendah di organisasi polisi. Ketika saya sampaikan ke polisi di Bajoe yang berjaga di pintu keluar pelabuhan Bajoe mas saya sudah keliling ke banyak tempat di Indonesia, Cuma disini lho yang ada kayak ginian  si petugas malah nggak tahu, atau mungkin pura pura nggak tahu..oh gitu ya?...hedeh...

Dari sisi pariwisata juga tidak mendukung. Pertama akan menimbulkan kesan daerah itu tidak aman. Kedua mengurangi daya saing dengan daerah wisata lain. Daerah lain ramai ramai mulai mempermudah wisatawan, di daerah ini orang touring yang juga wisatawan dipersulit.

Tidak perlu semudah seperti Bali Tahun 80 an. Waktu itu wisatawan tidak punya SIM saja bebas berkendara. Cukup menunjukkan KTP luar daerah Bali, sudah bisa sewa motor dan tidak akan ditilang polisi.

Tetapi aturan harus pakai surat jalan di Kolaka dan Bajoe menurut saya aturan yang mengada ada, ketinggalan jaman, dan harus dihapus.

Numpang Tidur Malah Disodori Bantal

Lepas dari keribetan di polsek Bajoe, yang memeriksa surat jalan, masuk kota Watampone. Isi BBM, membeli perbekalan di mini mart, langsung menuju ke selatan ke arah Sinjai, Bulukumba dan Bira. Jalan lebar, sangat mulus, banyak tikungan. Lumayan pagi pagi sudah cornering. Jalan 1 jam mulai mengantuk. Satu jam kemudian mata mulai tidak tahan. Mungkin karena semalam tidur di ferry. Walaupun ada ruang ber AC, tertap saja tidak bisa pulas karena deru suara mesin ferry cukup keras.

Lepas perbatasan Sinjai, sudah masuk Kabupaten Bulukumba, ada perkampungan. Lupa namanya. Melihat rumah, halaman cukup lebar, dan ada bangku kayu cukup lebar, akhirnya saya masuk saja ke rumah itu. Setelah parkir, copot helm, sepatu dan jaket, permisi sama tuan rumah, pemuda umur 20 tahunan, mau numpang istirahat. Baru ngglosor dengan jaket buat bantal, tiba tiba si pemuda keluar sambil menyodorkan bantal. Baik sekali. Beda banget sama kelakukan petugas di polsek...

Setelah tidur pulas sekitar 1 jam baru saya bangun, meneguk sebotol minuman, dan badan segar kembali. Barulah Ibu pemilik rumah keluar dan menyapa. Darimana asalnya, mau pergi kamana, dalam rangka apa dll. Dan seperti kebanyakan orang yang ngobrol dengan saya, mereka agak heran atau terkejut ketika diberitahu dalam rangka keliling Sulawesi sendirian. Kata Si Ibu,  mereka biasanya melihat orang touring pada rombongan, kadang puluhan motor, gede gede, pakai sirine, kadang pakai pengawal segala...ini motornya kecil, sendirian lagi...:)

Kejadian tersebut semakin memperkuat keyakinan saya bahwa banyak cerita, mitos, tentang suatu daerah yang tidak benar. Mungkin itu cerita peninggalan jaman Belanda untuk mengadu domba. Selalu ada cerita negatif tentang daerah lain. Ada daerah yang orangnya jahat. Daerah tertentu banyak santetnya. Jangan mau dikasih minum, itu isinya guna guna. Malah katanya ada daerah, jika kita masuk, nggak bisa keluar lagi karena akan diguna guna buat kawin dengan wanita setempat. Wis pokok e akeh lah cerita ginian....

Faktanya, semua cerita itu tidak benar. Atau, minimal kurang benar. Atau, saya yang beruntung tidak pernah menemui hal itu ya? Tetapi, berdasarkan  pengalaman, selama kita baik, bicara dengan  sopan, enteng mengulurkan jabat tangan, ngajak ngobrol duluan, selalu ketemu orang baik. Kata teman, mungkin juga itu hasil dari perilaku kita sehari hari. Selama rejeki halal, tidak pernah mengganggu orang lain, syukur rajin beramal, alhamdulillah pergi kemana saja aman aman saja....mudah mudahan....

Nikmatnya touring di sulawesi (bagian 3) by sukarno salim

Sendiri Tak Pernah Sendirian





“Sendiri”? Itu pertanyaan setiap ketemu teman, sebelum berangkat touring ke Sulawesi, selama di perjalanan, atau sesudah kembali ke Jakarta. Kadang ditambahi dengan kalimat biasanya kalau touring ramai ramai, malah kadang pakai pengawal  Mungkin mereka bertanya begitu karena tidak mengetahui persis dunia touring, karena, faktanya, banyak sekali penggemar solo riding yang lebih gila dari saya. Salah satunya om Leboy. Ketemu saya di Poso. Sama sama menginap di satu hotel. Dia pakai motor buatan Cina, yang katanya mutunya jelek, buat keliling hampir ke seluruh Indonesia menggunakan motor kesayanganya itu.

Lantas bagaimana dengan pengalaman saya selama keliling Sulawesi sendirian (berdua istri)?. Hanya satu kata :  biker Sulawesi luar biasa hangat dan kuat persaudaraanya. Walaupun namanya touring sendiri, ternyata selama perjalanan hampir tidak pernah sendirian. Selalu ada saja yang menemani. Dari sekadar melambaikan tangan, menemani ngobrol, sampai riding bareng selama perjalanan menuju satu arah. Berpisah setelah arahnya berbeda.

Pengalaman pertama, baru sampai dealer SUZUKI Sinar Galesong, sudah disambut teman teman dari Burgman Ownewr Makassar (BOMA), Hariis tci (Thinder Club Indonesia Makassar) dan Sutan dan Inazuma Owner Network. Setelah itu ditemani menikmati Makassar sampai malam hari. Besoknya, dari Makassar menuju Tana Toraja ditemani Sutan.

Lepas dari Rantapao, disambut om Jody, satu satunya pemilik Burgman di kota Palopo. Di Poso baru masuk hotel disambut 8 orang biker muda. Di Pagimana, kota kecil di bagian selatan teluk Tomini, sambil menunggu ferry yang jadwalnya meleset 1 hari, ditemani Labamba...

Yang lebih asyik lagi di Manado. Baru masuk kota, tengak tengok cari hotel, tiba tiba disapa sepasang anak muda baru masuk Manado Bro?. Lantas malamnya diajak nongkrong di Boulevard, pusat keramaian dan tongkrongan biker Manado. Di kota Marisa ada om Yoni Aja, di parigi ada Jay, di Kolaka, ada terussss sampai Kendari selalu ada yang menyapa di perjalanan.

Yang lucu, ketika masih mengenakan helm akal memanggil bro (brother) tetapi setelah helm saya lepas, mereka langsung panggil om (Uncle  name for older people). Lebih terkejut lagi kalau saya cerita sudah punya cucu....:)

Berdasarkan pengalaman itu, jika bermaksud mau ngaspal (touring) di Sulawesi, selain persiapan motor, fisik, mental, dan perbekalan, juga harus mempersiapkan 2 hal lagi : pertama souvenir. Kedua : waktu luang.

Souvenir, biasanya ada acara saling tukar souvenir.. Yang paling banyak digemari dan diharapkan adalah stiker. Saya membawa hampir 100 stiker, habis ludes. Selain stiker, perlu juga mempersiapkan souvenir yang agak berharga. Misal kaos atau topi. Yang ini tidak usah terlalu banyak. Secukupnya saja. Yang ini untuk berjaga jaga ketika kita mendapat souvenir atau kebaikan yang tidak terduga dan cukup berharga.

Seperti di Konawe, Sulawesi Tenggara, setelah sholat jumat saya mendapat souvenir sajadah dan peci. Atau untuk mengganti kebaikan yang menurut saya cukup berlebihan. Seperti di Kendari, tiba tiba ketua Byonic (Byson Community) memberi fasilitas hotel. Padahal belum kenal. Nah yang seperti ini kita balas dengan hadiah yang memadai juga.
Saya sendiri tidak menyangka akan mendapat sambutan luar biasa seperti itu. Untung di Makassar mendapat 2 jaket dan 2 kaos dari SUZUKI. Ya sudah saya kasih saja buat kenang kenangan ke mereka..Malu dong mosok ngucap terima kasih doankk...

 Menolak? Susah sekali. Di Poso, karena sungkan, baru kenal, saya bermaksud terus saja ketika diajak makan siang di sebuah warung. Mereka menolak dan sangat tidak senang. Uluran tangan buat salaman, ditolak. Pokoknya harus menerima jamuan makan mereka. Di Kendari, lagi membongkar perbekalan di motor, tahu taha biaya hotel sudah diberesin. Di Makassar, saya sudah mengeluarkan kartu kredit, kata Adi, Om, kalau menganggap kami saudara, biar saya yang bayarin hotelnya

Kedua, sediakan waktu buat bersilaturahmi dengan komunitas motor disana. Anak anak motor punya istilah : diportal. Portalan ini kadarnya beda beda. Kalau belum saling kenal, mereka akan menyapa dan sekadar ngobrol, mengajak mampir ke markas klub atau komunitas. Tapi kalau sudah kenal baik, walaupun belum pernah ketemu, hanya akrab di media sosial, atau bahkan dari satu group komunitas, bisa bisa mereka akan memaksa kita untuk mampir. Ada cerita, motor sampai digembok agar touringer mau menginap dan bisa lebih lama bersilaturahmi dengan mereka.

Terima kasih untuk kawan kawan biker Sulawesi...semoga ada waktu ketemu lagi.




Medan Terberat Selama Keliling Sulawesi

Mungkin karena sudah lelah, sehari sebelumnya melintas Pantai Barat Danau Poso dengan jalan yang hancur lebur, perjalanan melintas Sulawesi Tenggara  benar benar menguras tenaga. Berangkat dari Mangkutana jam 6 pagi, berharap bisa tembus Kendari, jaraknya serkitar 500 Km, sore hari tidak tercapai. Walaupun jam 4 sore sudah sampai Kolaka, karena kelelahan, akhirnya memutuskan menginap.  Padahal ke Kendari tinggal 150 km atau sekitar 3 jam perjalanan saja.

Sopir Truk Baik Hati

Keluar Mailili, lewat pinggir sungai, katanya di muaranya banyak buayanya, mulai meluap. Air hampir sejajar badan jalan. Pelan pelan saja karena gerimis. Eh ada tulisan "hati hati permukaan  sungai bisa meluap secara tiba tiba". Tengok kanan kiri rumah panggung setinggi 2 meter. Wah gawat, bisa terjebak atau malah terseret air....langsung wis..gas pollllllll.

Lepas dari Malili, jalan mulai naik turun curam dan menikung tajam banget. Nggak sopan deh. Kalau Cuma tikungan U masih mending. Ini tikungan berbentuk huruf V lumayan banyak juga. Bayangin, abis naik tajam, tikungan V, naik lagi, nggak ada ancang ancang, jalan miring, licin sehabis hujan, sampingnya jurang nggak kelihatan ujungnya. Salah sedikit, sampai jatuh, mungkin motor tergelincir jauh kebawah.

Hanya ada sedikit jalan mulus. Sebagian besar jalan keriting. Harus pelan. Kalau kenceng, motor loncat loncat. Badan pegel semua. Jalan sirtu (pasir batu) ada beberapa km. Paling berat, ada 2 lokasi jalan Off Road sepanjang 2 Km karena gunung dipotong untuk pelebaran jalan. Tanahnya jadi lumpur karena hujan. Sempat tidak bisa jalan karena terjebak lumpur. Untung ada sopir truk baik hati mau bantuin dorong motor. Slamet deh...

Jongkok di Sungai, Masjid Apung, dan Pelabuhan yang Indah

Asyiknya, abis masuk lumpur, ketemu sungai. Awalnya mau nyuci motor sama sepatu saja. Ternyata airnya jernih dan dangkal. Ndilalah perut rada mules. Tengok kanan kiri cuma ada monyet, yo wis,  jongkok, buang souvenir.. .wakakaka..asli mak nyus, dingin banget airnya. Bayangin saja, maaf, cebok pakai air dari kulkas....pissss

Hampir sepanjang jalan Cuma keluar masuk hutan, pantai di kejauhan, masuk perkampungan penduduk atau kota kecil, masuk hutan lagi dan seterusnya. Sepanjang 300 km, tidak ada pompa bensin. Persisnya pompanya ada, minyaknya yang tidak ada. Ada beberapa pompa bensin sudah tutup. Hanya ada di Lasusua, ibu kota Kolaka Utara. Tetapi baru buka jam 13.00 menunggu tanki bbm dari Kolaka. Itupun cepat habis karena diborong penjual eceran. Terpaksa burgy kesayangan minum premium eceran disini.

Memang ada jalan yang bagus halus mulus. Mungkin buah hasil pemekaran Kabupaten, sehingga pembangunan lebih merata. Di kota Lasusua misalnya, laut direklamasi dibuat jalan baru. Selain jalan lama menembus kota melewati gunung, licin dan berbahaya, reklamasi juga dimanfaatkan untuk pembangunan obyek wisata, dan masjid apung di pinggir pantai. Seperti masjid apung di Jeddah. Bagus banget.


Tetapi yang lebih menarik, disini pantai dimanfaatkan untuk kepentingan publik. Bukan untuk dibuat mall atau hotel seperti di daerah lain. Jadi masyarakat tidak harus membayar tiket atau parkir ke pemilik property jika pingin menikmati pantai..

Dari Lasusua ke Kolaka, 130 Km tembus hampir 4 jam diselingi berhenti makan siang. Sampai Kolaka Jam 4 sore. Rencana mau lanjut ke Kendari. Tetapi kok kelihatanya Kolaka kotanya asyik. Hotel di pinggir pantai dengan pemandangan teluk Bone, ada beberapa gugus pulau di kejauhan, dan pelabuhan ferry yang jernih. Dekat pelabuhan ada Islamic Centre, rumah adat, dan yang paling menarik : pusat kuliner.

Nggak ada alasan untuk lanjut ke Kendari.
Spesial buat yang punya motor bagus percuma hehehe





Nikmatnya touring di sulawesi (bagian 2) by sukarno salim




Pantai Barat Danau Poso 
Awalnya saya sedikit ragu melintas sisi barat danau Poso yang jauh dari keramaian, jauh perkampungan, dan banyak hutan lebat. . Pertama karena faktor keamanan. Berita soal teroris bikin keder juga. Kedua faktor kendaraan. Motor matic, ban kecil, dan spare parts langka.
Tetapi karena penasaran banget waktu berangkat dari Makasar ke Manado lewat Trans Sulawesi  tidak melihat Danau Poso, apalagi waktu menginap di kota Poso sepertinya suasanya kondusif, penduduk ramah, suasana tenang, maka,  kembali dari Manado ke arah Kendari, saya akhirnya menyisir Pantai Barat Danau Poso.
Hanya untuk rider berpengalaman dan bukan motor matic
Perjalanan dimulai dari kota Parigi. Tepatnya  tanggal 13 April 2016 jam 8 pagi. Jalan halus, Udara segar, pemandangan indah. Hamparan sawah, barisan pegunungan, dan banyak rumah model bali. Rupanya ini perkampungan orang bali yang jaman Presiden Soekarno didatangkan untuk mengembangkan pertanian di daerah Poso. Jam 11 siang masuk kota Poso. Istirahat sekitar 1 jam menunggu jalan seputaran Tentena dibuka. Ada pelebaran jalan. Gunung dipotong. Agar tidak membahayakan pengendara diberlakukan buka tutup jalan.
Setelah jalan dibuka, jam 13.00 masuk Tentena, belok kanan, menyeberang jembatan di mulut danau, belok kiri, maka pertualanganpun dimulai. Awalnya sih jalan lumayan bagus. Enggak sampai 10 km, jalan mulai rusak, dan akhirnya rusak parah. Makin masuk ke dalam, makin parah. Aspal mengelupas. lubang tidak bisa dipilih, Jalan tanah licin persis di bibir danau. Ada 4 atau 5 jembatan rusak, diganti dengan balok kayu, dan 1 jembatan putus, diganti jembatan darurat, pakai bambu, selebar 1,5 meter. Hanya bisa dilewati sepeda motor.
Melintas disini harus pelan, ekstra hati hati, penuh perhitungan, dan sabar. Apalagi menggunakan matic bongsor dengan ukuran ban depan 13 inc dan ban belakang 12 inc. Meleset sedikit pasti hilang keseimbangan. Mending kalau Cuma jatuh. Kalau pas di jembatan darurat, ya kecemplung sungai.  Setelah 4 jam perjalanan yang menguras tenaga, akhirnya sampai di Pendolo. Kota kecil di sisi selatan Danau Poso.
Fotografer orgasme disini
Awalnya, pemandangan hampir sama dengan pemandangan dari Pairigi ke Poso. Hamparan sawah. Barisan pegunungan, dan rumah, pura, dan gapura khas Bali. Seolah olah lagi berada di bali beneran deh. Pantesan Poso jadi lumbung padi karena wilayah pertanian yang dikelola orang Bali luas sekali. Dari Parigi sampai sini. Melihat kondisi seperti itu, saya makin percaya diri masuk ke dalam lagi. Pikir saya pasti ini daerah aman. Pertama orang Bali cinta damai. Tidak ada budaya kekerasan. Kedua, secara ekonomi mereka berkecukupan. Tidak ada yang kriminal karena faktor ekonomi.
Kira kira  45 menit perjalanan, mulai menyisir tepi danau. Ada beberapa tempat, penduduk sedang menambang batu. Entah tambang apa. Tapi sepertinya tambang rakyat. .Gunung digali dan digerogoti. Banyak lobang di kaki bukit. Pingin berhenti foto, tapi rada khawatir tiba tiba longsor.
Makin ke dalam pemandangan makin indah. Sepertinya saya mencapai pusat wisata dan tempat peristirahatan. Ada beberapa vila dan penginapan. Beberapa disewakan untuk umum. Cuma, apa ada tamu yang mau kesini ya? Lha wong jalan hancur lebur. Dibutuhkan motivasi besar untuk tembus sampai kesini.
Klimaksnya, ketika sampai ke Puncak Bukit. Dari sini bisa melihat danau Poso seutuhnya. Dibawah ada perkampungan kecil. Amazing deh. Kalau cuaca cerah bisa puas mengambil foto disini dan hasilnya akan bagus sekali.Sayang sekali cuaca tidak bersahabat. Mendung tebal. Di ujung danau arah kota Tentena terlihat hujan lebat sudah turun. Akhirnya, setelah kira kira 5 menit mengambil gambar langsung gas lagi. Daripada terjebak disini karena jalan jadi sungai dan licin sekali. Masih 2 jam lagi sebelum mencapai Pendolo...
Sepertinya pingin mengulang lewat sini lagi. Dengan catatan, pakai motor dual purpose, tidak di musim hujan, waktu yang lebih longgar, dan peralatan kamera yang lebih lengkap...

Nikmatnya touring di sulawesi (bagian 1) By sukarno salim

Assalamu alaikum
Salam sejahterah buat kita semua
Kali ini saya mau berbagi cerita dan pengalaman dari om sukarno salim salah satu racun para bikers , bagaimana tidak di bilang racun umur sudah kepala 5 masih hebat touringnya jauhnya lagi ,hehhee sukarno salim salah satu pembinana komunitas motor burgmanian indonesia yang berlokasi di jakarta  dan buat para bikers pemula bisa nih jadi motivasi boleh juga yang mau touring bareng om karno silahkan bisa cek Facebooknya sukarno salim

Baik mari kita lihat ceritanya

Bersama burgman owner makassar


Berikut ini kisah perjalanan saya mengelilingi Sulawesi menggunakan sepeda motor. Dari Makassar ke  Manado boncengan dengan istri, dan Manado Kendari Makassar sendirian. Mudah mudahan bisa memberi gambaran tentang  keadaan Sulawesi. Baik bagi pembaca yang belum pernah ke Sulawesi, atau  bagi ppehobi touring yang tertarik melakukan perjalanan menjelajahi pulau yang indahnya bak lukisan Tuhan.

Route.
Tanggal 6 April 2016  pesawat Citilink landing mulus jam 09.27 pagi, terlambat 2 menit dari jadwal, di Bandara Sultan Baharudin, Maros, Makasar. Dijemput Pak Harris dan Pak Iwan, karyawan SUZUKI Sinar Galesong Makasar, langsung menuju kantor pusat dealer SUZUKI di Sulawesi itu untuk mengambil motor yang sudah dikirim lewat ekspedisi seminggu sebelumnya.  Setelah ngobrol sebentar dengan manajemen, pengecekan kendaraan oleh mekanik, memasang box dan mengatur perlengkapan, segera saya pamit untuk memulai perjalanan
Sebetulnya saya mau langsung jalan keluar kota karena sudah sering ke Makasar. Akan tetapi karena istri baru pertama kali ke Makasar, kebetulan digondeli oleh komunitas Burgman Owner Makasar, maka saya memutuskan untuk city tour dan menginap semalam. Baru besok paginya memulai perjalanan.
Etape Pertama : Makassar  Manado lewat Pare Pare, Makale, Palopo, Woti, Malili, Sorowako, kembali ke Woti, belok kanan ke Mangkutana, Pendolo, Tentena, Poso, Ampana, naik kapal motor ke Kepulauan Togean, kembali ke Ampana, Pagimana, nyebrang teluk Tomini menggunakan ferry ke Gorontalo, Imizu, Boroko, terus menyisir pantai utara ke arah timur, lewat Amurang, dan Finish di Manado. Selama 3 hari di Manado menyempatkan diri jalan jalan ke kota Tomohon, Tondano dan Bitung.
Etape Kedua : Manado  Kendari. Dari Manado ke Gorontalo lewat route pada waktu berangkat. Setelah Gorontalo, belok kanan arah Marisa dan Parigi. Menyisir teluk Tomini. Ada beberapa kota dan kabupaten, sepertinya masih baru hasil pengembangan wilayah. Dari Parigi, Poso, menyisir pantai barat danau Poso menuju Pendolo, Mangkutana. Menginap 1 malam besoknya menuju  Malili, belok kanan arah Tolala, Lasusua (Kolaka Utara), Kolaka dan Kendari.
Etape 3 : Kendari  Makasar lewat Kolaka, nyebrang teluk Bone menggunakan Ferry ke Pelabuhan Bajoe, Watampone, Sinjai, Bira, Bulukumba, Janeponto, Takalar, Gowa dan Makassar.

Infrastruktur
Secara umum, infrastruktur di Sulawesi sudah bagus dan nyaman untuk melakukan kegiatan touring. Saya menggunakan SUZUKI Burgman200, matic 200 cc, dengan ukuran ban kecil, ban depan 13 inchi, belakang 12 inchi, bisa melewatinya tanpa hambatan yang berarti.
Jalan trans Sulawesi, yang dulu sempit, seperti jalan alternatif di Jawa (kasihan ya? Hehe), banyak yang sudah dilebarkan menjadi jalan nasional kelas III. Kondisi halus mulus.  Jalan lama yang sempit juga masih halus dan nyaman dilewati. Pada ruas tertentu bisa melaju sd 120 km/jam. Tetapi harus hati hati dengan pengendara lain, babi hutan atau sapi yang suka memotong jalan tanpa permisi. Pada jalan berkelok, masih bisa cornering di 60 km/jam. Kecepatan ideal untuk touring santai. Kalau menggunakan moge, apalagi bagi penggemar speed touring, bisa melaju diatas 150/jam di jalan lurus,  dan menikung sampai dengkulnya menyentuh aspal.
Jalan rusak terdapat di seputaran Tana Toraja. Baik dari arah selatan (Enrekang) maupun arah utara (Palopo). Sebetulnya anomali. Mosok di daerah tujuan wisata utama ada jalan jelek.  Juga ruas pendolo ke tentena sekitar 90 km, dan dari kota Marisa arah Parigi kira kira sejauh 60 km. Kondisi jalan banyak lubang, tapi masih bisa dipilih, kecepatan sekitar 40 km/jam.
Jalan paling berat, antara Malili ke arah Kolaka sekitar 300 km. Naik tajam, turun curam, tikungan patah patah, ada beberapa tikungan berupa huruf V, dan bergelombang. Di jalur ini ada 2 lokasi pelebaran jalan, kira kira sepanjang 2 Km, memotong bukit, berlumpur alias off road , sampai motor ga bisa jalan dan mesti didorong sopir truk. Tetapi jalan berat dan rusak ini mungkin hanya sekitar 10 persen dari total jarak tempuh yang hampir 5.000 km. Jadi masih bisa dikatakan memadai sebagai arena touring.
Stasiun pompa bbm yang menjual pertamax sudah banyak. Sebagian jaraknya sudah cukup rapat. Selama keliling Sulawesi, hanya sekali mengisi premium di Palopo, itupun karena tidak tahu kalau ada pompa bensin lain yang menyediakan pertamax. Kecuali di Sulawesi Tenggara, khusunya antara Malili sampai Lasusua, Ibu Kota Kolaka Barat,  dan Lasusua  Kolaka, masing masing berjarak 150 km baru ada pompa bbm lagi..
Oleh karena itu, jika bermaksud melakukan touring di Sulawesi Tenggara, sebaiknya menggunkan motor dengan kapasitas tanki minimal 10 liter atau bisa menjelajah sekitar 200 km sebelum isi bbm lagi.
Penginapan dan hotel sudah banyak. Kondisinya rata rata sudah bersih dan rapi. Walaupun jangan berharap akan mendapat pelayanan seramah seperti di Bali atau Jakarta. Dari sisi hospitality sepertinya layanan hotel di daerah ini masih harus ditingkatkan.
Saya lebih suka menginap di kota kecil.  Selain tarifnya lebih murah, suasananya santai, sepi dan adem. Tidak hiruk pikuk seperti di kota besar. Sebagai gambaran, di kota besar seperti Makassar dan Manado, dengan fasilitas AC dan sarapan harga hotel mulai dari Rp 250.000,- semalam. Di Kendari lebih murah. Saya dapat hotel Rp 150.000,- semalam. Sedangkan di kota kecil, harga sekitar Rp 100.000/malam tanpa AC. Dan mulai Rp 150.000/malam dengan AC tanpa sarapan. Dengan sarapan mulai Rp 200.000/malam. Mau yang gratis? Ada. Hotel pertamina alias pompa bensin.....

Keamanan
“Bapak tidak usah khawatir. Silahkan kalau mau jalan terus. Walaupun malam, disini aman. Tidak seperti di pulau ....... (dia menyebut sebuah pulau besar lain) begitu kalimat dari pengendara motor, seorang perantau dari Sragen, kota kecil di Jawa Tengah, yang sudah beberapa tahun tinggal di Mangkutana. Kalimat itu diucapkanya ketika dia mau berbelok ke arah rumahnya setelah jalan bareng menjelang malam dari Pendolo ke Mangkutana.
Faktanya memang demikian. Tiga minggu keliling Sulawesi, saya tidak pernah mengalami gangguan keamanan. Hampir tidak terlihat orang yang bertampang preman di pelabuhan ferry, pusat pertokoan, atau pasar. Perjalanan di tengah hutan juga aman aman saja. Termasuk ketika melintas di pedalaman Poso, sarangnya Santoso, teroris yang masih diburu aparat keamanan Indonesia. Atau mungkin saya yang beruntung? Wallahualam...
Di hutan, adanya justru perasaan rada rada magis gitu. Seperti ada yang mengikuti. Bisa jadi perasaan saja.  Disamping itu agak ngeri kalau tiba tiba diterkam binatang buas. Tetapi alhamdulillah tidak ketemu. Hanya beberapa anak babi hutan, segede anjing pudel, yang tiba tiba keluar dari semak semak dan menyeberang jalan dengan tidak sopan.
Saya justru menemukan keramahan dan sambutan hangat dari masyarakat.dan berusaha membantu.   Memang kadang sedikit susah memahami kalimat penduduk yang tinggal jauh dari kota dan kurang pendidikan. Juga kata yang artinya berbeda dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Misal kita yang artinya kamu. Boleh artinya bisa. Tetapi selama sabar dan sedikit menggunakan logika, cukup sedikit adaptasi untuk segera memahaminya.

Di karnakan ceritanya dari om karno sangat panjang sesuai dengan perjalanannya jadi saya buat menjadi 4 bagian cerita